Kamis, 24 Maret 2011

INFLUENZA (AIR BORNE DISEASES)

PENGERTIAN

Influenza, biasanya dikenali sebagai flu di masyarakat, adalah penyakit menular burung dan mamalia yang disebabkan oleh virus RNA dari famili Orthomyxoviridae (virus influensa). Penyakit ini ditularkan dengan medium udara melalui bersin dari si penderita. Pada manusia, gejala umum yang terjadi adalah demam, sakit tenggorokan, sakit kepala, hidung tersumbat dan mengeluarkan cairan, batuk, lesu serta rasa tidak enak badan. Dalam kasus yang lebih buruk, influensa juga dapat menyebabkan terjadinya pneumonia, yang dapat mengakibatkan kematian terutama pada anak-anak dan orang berusia lanjut.
Influenza adalah penyakit menular yang menyerang saluran napas, dan sering menjadi wabah yang diperoleh dari menghirup virusinfluenza. Penyebab penyakit ini adalah Virus Influenza tipe A, B, dan C.
Siapa pun bisa tertular penyakit ini, apalagi dalam sebuah komunitas yag seruangan. Sebabnya penyebaran virus melalui cairan yang keluar sewaktu penderita bersin, berbicara, dll. Apalagi jika kita berada dengan penderita dalam ruangan yang ber-AC (tertutup) dan tidak mendapat sinar matahari.
Namun demikian ada kelompok orang yang disebut berisiko tinggi, yaitu mereka yang menderita penyakit paru menahun (asma, emfisema, bronkitis kronik, bronkiektasi, tbc, atau fibrosis kistik), penyakit jantung, penyakit ginjal kronik, penyakit kencing manis maupun gangguan metabolik menahun lainnya, anemia berat, mempunyai penyakit atau sedang menjalani terapi untuk menekan kekebalan tubuh, berusia lebih dari 50 tahun
Virus flu menyerang sel-sel permukaan saluran napas. Jaringan menjadi bengkak dan meradang. Namun meskipun rusak jaringan ini akan sembuh dalam beberapa minggu.


GEJALA
Meskipun influenza sering disebut penyakit pernapasan, penyakit ini bisa memberi pengaruh ke seluruh tubuh. Penderita secara tiba-tiba menjadi demam, letih, lesu, kehilangan selera makan, dan sakit kepala, belakang tangan dan kaki. Juga menderita sakit tenggorokan dan batuk kering, mual dan mata seperti terbakar. Panas bisa meningkat hingga 104 derajat Fahrenheit, tapi akan menurun setelah 2 hingga 3 hari.
Gejala saluran napas, lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat/anemi. Kelainan urin: Protein, Eritrosit, Lekosit. Kelainan hasil pemeriksaan Lab. lain: Creatinine darah naik, Hb turun, Urin: protein selalu positif.fasnya sendiri bisa berupa pilek dan batuk.
Untuk anak-anak dan orang dewasa, influenza adalah penyakit yang bisa sembuh sendiri dalam satu minggu. Namun untuk orang yang tidak sehat atau daya tahannya menurun, influenza bisa berakibat fatal.
Tanda-tanda yang disebutkan di atas bisa menjadi sangat parah, dan mungkin terjadi komplikasi seperti pneumonia, sinusitis, dan radang dalam telinga. Kebanyakan komplikasinya adalah infeksi kuman karena daya tahan tubuh menjadi menurun untuk melawan kuman-kuman yang masuk.


PATOFISIOLOGI
Virus flu menyerang sel-sel permukaan saluran napas. Jaringan menjadi bengkak dan meradang. Namun meskipun rusak jaringan ini akan sembuh dalam beberapa minggu.


PANDEMI
Pandemi adalah suatu kondisi dimana wabah penyakit yang telah menyebar ke berbagai Negara dan atau keseluruh belahan dunia. Pandemi Influenza merupakan penyebaran Influenza pada manusia secara global sebagai akibat dari penyebaran virus influenza baru “Novel Influenza Virus” (mutasi kombinasi virus tipe A sub tipe H5N1 dan virus influenza musiman/seasonal influenza virus).
Berdasarkan klasifikasi yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Sedunia WHO), proses perkembangan pandemi Influenza dibagi menjadi 6 fase yaitu: fase 1 dan fase 2 (tahap interpandemi); fase 3, 4 dan 5 (tahap waspada pandemi); dan fase 6 (tahap pandemi).

CARA PENULARAN
Ada tiga cara penularan virus yang dapat terjadi pada saat pandemi influenza yaitu penularan melalui kontak, droplet, dan udara (airborn).
Penularan melalui kontak Terjadi manakala adanya kontak kulit yang sudah terkontaminasi (kontaminasi kulit akibat kontak kulit dengan kulit penderita flu yang terkontaminasi) dengan permukaan tubuh seperti mukosa mata atau hidung. Penularan melalui kontak juga dapat terjadi jika ada kontak seseorang yang rentan dengan objek tercemar yang berada di lingkungan penderita flu.
Penularan melalui percikan (droplet) Terjadi melalui kontak dengan cairan dari mata (konjungtiva), membran mukosa hidung atau mulut individu yang rentan oleh percikan partikel besar (>5 ?m [mikron] ) yang mengandung mikroorganisme. Berbicara, batuk, bersin dan tindakan seperti pengisapan lender dan bronkoskopi dapat menyebarkan organism. Biasanya droplet hanya tersebar melalui jarak yang pendek lewat udara tapi bisa mengenai mata, mulut, atau hidung orang yang tidak menggunakan alat pelindung,
atau mengenai permukaan lingkungan sekitar. Droplet tidak melayang terus di udara.
Penularan melaui udara (airborne) Terjadi melalui penyebaran partikel kecil [< 5 um] ke udara, baik secara langsung atau melalui partikel debu yang mengandung mikroorganisme infeksius. Partikel ini dapat tersebar dengan cara batuk, bersin, berbicaradan tindakan seperti bronkoskopi atau pengisapan lendir. Partikel infeksius dapat menetap di udara selama beberapa jam dan dapat disebarkan secara luas dalam suatu ruangan atau dalam jarak yang lebih jauh. Pengelolaan udara secara khusus dan ventilasi diperlukan untuk mencegah transmisi melalui udara.
Para ahli memprediksikan skenario penularan virus pada saat pandemi influenza selanjutnya adalah melalui kontak dan droplet, karena relative dapat lebih dikendalikan jika dibanding dengan penularan melalui udara. Tetapi, semua kemungkinan harus dipersiapkan dalam kesiapsiagaan menghadapi pandemi influenza.


PENCEGAHAN
Influenza bisa dicegah dengan menjaga kondisi tubuh agar tetap fit dan menjauhi penderita flu. Selain itu, bisa menggunakan vaksin flu. Vaksin flu sendiri harus digunakan setiap tahun sehubungan dengan seringnya virus flu bereplikasi.
Bisa juga dapat dicegah dengan :
• Sebagian besar virus influensa disebarkan melalui kontak langsung. Seseorang yang menutup bersin dengan tangan akan menyebarkan virus ke orang lain. Virus ini dapat hidup selama berjam-jam dan oleh karena itu cucilah tangan sesering mungkin dengan sabun
• Minumlah yang banyak karena air berfungsi untuk membersihkan racun
• Hiruplah udara segar secara teratur terutama ketika dalam cuaca sejuk
• Cobalah bersantai agar anda dapat mengaktifkan sistem kekebalan tubuh karena dengan bersantai dapat membantu sistem kekebalan tubuh merespon terhadap virus influensa
• Kaum lanjut usia atau mereka yang mengidap penyakit kronis dianjurkan diimunisasi. Namun perlu adanya alternatif lain dalam mengembangkan imunitas dalam tubuh sendiri, melalui makanan yang bergizi dan menjahui potensi-potensi yang menyebabkan influensa
• Sejumlah penelitian membuktikan bahwa dengan mengkonsumi 200 ml yoghurt rendah lemak per hari mampu mencegah 25% peluang terkena influensa dikarenakan yoghurt mengandung banyak laktobasilus


PEMBERANTASAN
1. Jaga jarak – Tetaplah berjarak minimum 1 meter dari orang lain. Tidurlah di tempat tidur sendiri, jika tidak memungkinkan jauhi tidur berdekatan dengan orang lain sejauh 1 meter pada ruangan yang cukup udara. Gunakan masker untuk menghindari tertularnya virus ke diri kita. Hindari tempat-tempat umum dan kegiatan yang melibatkan orang banyak. Hindari pergi ke daerah yang terjadi wabah influenza.
2. Lakukan etika batuk dan bersin – Tutup mulut saat bersin/ batuk dengan tissue/saputangan. Tissue harus langsung dibuang ke tempat sampah. Jangan saling pinjam pakai saputangan. Saputangan harus dicuci dengan sabun
3. Jaga Kebersihan – Cucilah tangan dengan sabun pembersih tangan sesering mungkin khususnya setelah bersin/batuk, sesudah dari toilet, sebelum menyiapkan makanan.
Bersihkan seluruh peralatan yang ada di rumah terutama yang banyak disentuh/dipegang 2 hari sekali. Jangan meludah dan buang ingus/lendir secara sembarangan.
4. Jaga Kesehatan – Makanlah makanan yang sehat dan bergizi, jika memungkinkan tambah dengan suplemen vitamin. Sebisa mungkin tetap berolah raga yang tidak memerlukan kontak dengan orang banyak (contoh : senam, treadmill, bersepeda, dll).
5. Cari Informasi – Ikuti informasi terkini (berita resmi dari pemerintah) melalui melalui berbagai macam media.
Individu yang sakit / suspek flu
1. Periksakan Segera – Periksakan segera diri ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan lain jika dirasa timbul gejala flu yang tidak biasa. Peberian obat antiviral akan efektif jika diberikan dalam waktu 24-48 jam pertama setelah terinfeksi.
2. Tetap di rumah – Berdiamlah di rumah selama 7 hari sampai dirasa telah sehat kembali, lebih baik jika mempunyai kamar pribadi. Hindari kontak dengan orang lain sebisa mungkin dan menjauh dari kantor atau sekolah selama sakit. Gunakan masker ketika berdekatan dengan orang lain.
3. Istirahat – Beristirahat akan membuat nyaman dan tubuh Anda akan menggunakan energinya untuk melawan infeksi.
4. Banyak Minum Air – Banyaklah meminum air untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang karena demam. Jika air seni kita berwarna gelap, kita perlu meminum lebih banyak air. Pantau temperatur tubuh dan catat pada pagi,siang dan sore serta malam.
5. Jangan merokok, karena hal tersebut sangat mengiritasi saluran udara yang bisa dirusak oleh virus.
6. Cari pertolongan- jika Anda tinggal sendiri, seorang single parent, atau bertanggung jawab untuk merawat seseorang yang cacat atau lumpuh, Anda sebaiknya menghubungi seseorang utnuk membantu Anda sampai Anda merasa lebih baik.
KELUARGA
Keluarga Di Rumah
1. Lapor – Laporkan ke petugas kesehatan jika timbul gejala pada anggota keluarga setelah kontak dengan anggota keluarga yang sudah terinfeksi sebelumnya.
2. Stok logistik – Siapkan suplai air bersih dan makanan untuk dua minggu atau lebih. Siapkan radio dan batu baterai cadangan untuk mendengarkan berita. Siapkan peralatan masak dan suplai bahan bakar untuk memasak
3. Waspada – Hati-hati dengan lendir/cairan hidung dan mulut jika ada anggota keluarga yang sakit seperti flu, khususnya anak kecil, agar tidak menyebarkan virus.
4. Ajari anak – Ajari anak-anak pentingnya membersihkan tangan setelah batuk, bersin dan menyentuh bahan-bahan kotor. Karena anak-anak, cenderung menyentuh muka, mata dan mulut dengan tangan kotor.
Keluarga Penderita di Fasilitas Kesehatan
1. Patuhi peraturan – Ikuti aturan yang berlaku di area fasilitas kesehatan. Dilarang mondar-mandir di area fasilitas kesehatan. Dianjurkan untuk berada di ruang tunggu khusus, kecuali jika diperlukan oleh petugas kesehatan
2. Periksakan diri – Periksakan diri jika muncul gejala ILI.
3. Gunakan Masker – Keluarga penderita diharuskan mengenakan masker setiap saat, dan tetap tinggal di area karantina. Buang masker bekas pakai dan sampah pada tempat yang telah disiapkan.
Pengelolaan tempat Ibadah
1) Sosialisasi – Memberikan informasi mengenai pandemi dan apa yang harus dilakukan untuk menghadapinya kepada seluruh jamaah melalui mading, buletin, dll. Menyarankan kepada jamaah yang terlihat kurang sehat untuk dapat beribadah di rumah saja.
2) Jaga Kebersihan – Menyediakan antiseptic dan obat kumur di kamar kecil. Membersihkan lantai setiap selesai shalat berjamaah.
3) Menata ruang – Membuka semua jendela dan pintu agar udara dapat bersikulasi dengan sangat baik. Menghindari menggunakan karpet untuk mengurangi penularan. Menjauhkan jarak antar shaf meskipun tetap rapat dalam satu shaf
Perkantoran dan Pengelola Pelayanan Esencial
1. Penguatan internal – Analisa potensi yang ada termasuk lingkungan di sekitar perusahaan, rencanakan kondisi tersulit dari dampak pandemi berupa penutupan perusahaan atau instalasi vital di salah satu daerah. Identifikasi kegiatan utama dan orang-orang yang memegang peranan utama/penting dalam lembaga usaha dari hulu ke hilir. Aktivasi panitia untuk menjalankan rencana kedaruratan. Siapkan kebijakan-kebijakan yang menyangkut hal-hal yang sulit bagi perusahaan seperti pembuatan model kerja yang dapat dilakukan tanpa harus datang ke kantor, mengatur alur distribusi dalam keadaan darurat termasuk aspek keamanan, dll. Lakukan kaji ulang kebijakan berdasarkan perkembangan penyakit.
2. Sosialisasi – Diskusikan di tingkat manajer tetang pandemi. Sampaikan informasi tentang bahaya pandemi influenza, ancaman bagi perusahaan, serta rencana perusahaan menghadapi pandemi influenza ke seluruh karyawan.
3. Koordinasi eksternal – Lakukan koordinasi intensif kepada pemasok termasuk langkah-langkah antisipasi menghadapi kondisi terburuk yang dialami pemasok. Usahakan pelayanan antar di level pengguna (masyarakat).

SUMBER :
http://www.who.int/topics/influenza/en/
http://www.phac-aspc.gc.ca/influenza/index-eng.php

AVRIANA MUKTI S
E2A009149
FKM UNDIP