Kamis, 24 Maret 2011

INFLUENZA (AIR BORNE DISEASES)

PENGERTIAN

Influenza, biasanya dikenali sebagai flu di masyarakat, adalah penyakit menular burung dan mamalia yang disebabkan oleh virus RNA dari famili Orthomyxoviridae (virus influensa). Penyakit ini ditularkan dengan medium udara melalui bersin dari si penderita. Pada manusia, gejala umum yang terjadi adalah demam, sakit tenggorokan, sakit kepala, hidung tersumbat dan mengeluarkan cairan, batuk, lesu serta rasa tidak enak badan. Dalam kasus yang lebih buruk, influensa juga dapat menyebabkan terjadinya pneumonia, yang dapat mengakibatkan kematian terutama pada anak-anak dan orang berusia lanjut.
Influenza adalah penyakit menular yang menyerang saluran napas, dan sering menjadi wabah yang diperoleh dari menghirup virusinfluenza. Penyebab penyakit ini adalah Virus Influenza tipe A, B, dan C.
Siapa pun bisa tertular penyakit ini, apalagi dalam sebuah komunitas yag seruangan. Sebabnya penyebaran virus melalui cairan yang keluar sewaktu penderita bersin, berbicara, dll. Apalagi jika kita berada dengan penderita dalam ruangan yang ber-AC (tertutup) dan tidak mendapat sinar matahari.
Namun demikian ada kelompok orang yang disebut berisiko tinggi, yaitu mereka yang menderita penyakit paru menahun (asma, emfisema, bronkitis kronik, bronkiektasi, tbc, atau fibrosis kistik), penyakit jantung, penyakit ginjal kronik, penyakit kencing manis maupun gangguan metabolik menahun lainnya, anemia berat, mempunyai penyakit atau sedang menjalani terapi untuk menekan kekebalan tubuh, berusia lebih dari 50 tahun
Virus flu menyerang sel-sel permukaan saluran napas. Jaringan menjadi bengkak dan meradang. Namun meskipun rusak jaringan ini akan sembuh dalam beberapa minggu.


GEJALA
Meskipun influenza sering disebut penyakit pernapasan, penyakit ini bisa memberi pengaruh ke seluruh tubuh. Penderita secara tiba-tiba menjadi demam, letih, lesu, kehilangan selera makan, dan sakit kepala, belakang tangan dan kaki. Juga menderita sakit tenggorokan dan batuk kering, mual dan mata seperti terbakar. Panas bisa meningkat hingga 104 derajat Fahrenheit, tapi akan menurun setelah 2 hingga 3 hari.
Gejala saluran napas, lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat/anemi. Kelainan urin: Protein, Eritrosit, Lekosit. Kelainan hasil pemeriksaan Lab. lain: Creatinine darah naik, Hb turun, Urin: protein selalu positif.fasnya sendiri bisa berupa pilek dan batuk.
Untuk anak-anak dan orang dewasa, influenza adalah penyakit yang bisa sembuh sendiri dalam satu minggu. Namun untuk orang yang tidak sehat atau daya tahannya menurun, influenza bisa berakibat fatal.
Tanda-tanda yang disebutkan di atas bisa menjadi sangat parah, dan mungkin terjadi komplikasi seperti pneumonia, sinusitis, dan radang dalam telinga. Kebanyakan komplikasinya adalah infeksi kuman karena daya tahan tubuh menjadi menurun untuk melawan kuman-kuman yang masuk.


PATOFISIOLOGI
Virus flu menyerang sel-sel permukaan saluran napas. Jaringan menjadi bengkak dan meradang. Namun meskipun rusak jaringan ini akan sembuh dalam beberapa minggu.


PANDEMI
Pandemi adalah suatu kondisi dimana wabah penyakit yang telah menyebar ke berbagai Negara dan atau keseluruh belahan dunia. Pandemi Influenza merupakan penyebaran Influenza pada manusia secara global sebagai akibat dari penyebaran virus influenza baru “Novel Influenza Virus” (mutasi kombinasi virus tipe A sub tipe H5N1 dan virus influenza musiman/seasonal influenza virus).
Berdasarkan klasifikasi yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Sedunia WHO), proses perkembangan pandemi Influenza dibagi menjadi 6 fase yaitu: fase 1 dan fase 2 (tahap interpandemi); fase 3, 4 dan 5 (tahap waspada pandemi); dan fase 6 (tahap pandemi).

CARA PENULARAN
Ada tiga cara penularan virus yang dapat terjadi pada saat pandemi influenza yaitu penularan melalui kontak, droplet, dan udara (airborn).
Penularan melalui kontak Terjadi manakala adanya kontak kulit yang sudah terkontaminasi (kontaminasi kulit akibat kontak kulit dengan kulit penderita flu yang terkontaminasi) dengan permukaan tubuh seperti mukosa mata atau hidung. Penularan melalui kontak juga dapat terjadi jika ada kontak seseorang yang rentan dengan objek tercemar yang berada di lingkungan penderita flu.
Penularan melalui percikan (droplet) Terjadi melalui kontak dengan cairan dari mata (konjungtiva), membran mukosa hidung atau mulut individu yang rentan oleh percikan partikel besar (>5 ?m [mikron] ) yang mengandung mikroorganisme. Berbicara, batuk, bersin dan tindakan seperti pengisapan lender dan bronkoskopi dapat menyebarkan organism. Biasanya droplet hanya tersebar melalui jarak yang pendek lewat udara tapi bisa mengenai mata, mulut, atau hidung orang yang tidak menggunakan alat pelindung,
atau mengenai permukaan lingkungan sekitar. Droplet tidak melayang terus di udara.
Penularan melaui udara (airborne) Terjadi melalui penyebaran partikel kecil [< 5 um] ke udara, baik secara langsung atau melalui partikel debu yang mengandung mikroorganisme infeksius. Partikel ini dapat tersebar dengan cara batuk, bersin, berbicaradan tindakan seperti bronkoskopi atau pengisapan lendir. Partikel infeksius dapat menetap di udara selama beberapa jam dan dapat disebarkan secara luas dalam suatu ruangan atau dalam jarak yang lebih jauh. Pengelolaan udara secara khusus dan ventilasi diperlukan untuk mencegah transmisi melalui udara.
Para ahli memprediksikan skenario penularan virus pada saat pandemi influenza selanjutnya adalah melalui kontak dan droplet, karena relative dapat lebih dikendalikan jika dibanding dengan penularan melalui udara. Tetapi, semua kemungkinan harus dipersiapkan dalam kesiapsiagaan menghadapi pandemi influenza.


PENCEGAHAN
Influenza bisa dicegah dengan menjaga kondisi tubuh agar tetap fit dan menjauhi penderita flu. Selain itu, bisa menggunakan vaksin flu. Vaksin flu sendiri harus digunakan setiap tahun sehubungan dengan seringnya virus flu bereplikasi.
Bisa juga dapat dicegah dengan :
• Sebagian besar virus influensa disebarkan melalui kontak langsung. Seseorang yang menutup bersin dengan tangan akan menyebarkan virus ke orang lain. Virus ini dapat hidup selama berjam-jam dan oleh karena itu cucilah tangan sesering mungkin dengan sabun
• Minumlah yang banyak karena air berfungsi untuk membersihkan racun
• Hiruplah udara segar secara teratur terutama ketika dalam cuaca sejuk
• Cobalah bersantai agar anda dapat mengaktifkan sistem kekebalan tubuh karena dengan bersantai dapat membantu sistem kekebalan tubuh merespon terhadap virus influensa
• Kaum lanjut usia atau mereka yang mengidap penyakit kronis dianjurkan diimunisasi. Namun perlu adanya alternatif lain dalam mengembangkan imunitas dalam tubuh sendiri, melalui makanan yang bergizi dan menjahui potensi-potensi yang menyebabkan influensa
• Sejumlah penelitian membuktikan bahwa dengan mengkonsumi 200 ml yoghurt rendah lemak per hari mampu mencegah 25% peluang terkena influensa dikarenakan yoghurt mengandung banyak laktobasilus


PEMBERANTASAN
1. Jaga jarak – Tetaplah berjarak minimum 1 meter dari orang lain. Tidurlah di tempat tidur sendiri, jika tidak memungkinkan jauhi tidur berdekatan dengan orang lain sejauh 1 meter pada ruangan yang cukup udara. Gunakan masker untuk menghindari tertularnya virus ke diri kita. Hindari tempat-tempat umum dan kegiatan yang melibatkan orang banyak. Hindari pergi ke daerah yang terjadi wabah influenza.
2. Lakukan etika batuk dan bersin – Tutup mulut saat bersin/ batuk dengan tissue/saputangan. Tissue harus langsung dibuang ke tempat sampah. Jangan saling pinjam pakai saputangan. Saputangan harus dicuci dengan sabun
3. Jaga Kebersihan – Cucilah tangan dengan sabun pembersih tangan sesering mungkin khususnya setelah bersin/batuk, sesudah dari toilet, sebelum menyiapkan makanan.
Bersihkan seluruh peralatan yang ada di rumah terutama yang banyak disentuh/dipegang 2 hari sekali. Jangan meludah dan buang ingus/lendir secara sembarangan.
4. Jaga Kesehatan – Makanlah makanan yang sehat dan bergizi, jika memungkinkan tambah dengan suplemen vitamin. Sebisa mungkin tetap berolah raga yang tidak memerlukan kontak dengan orang banyak (contoh : senam, treadmill, bersepeda, dll).
5. Cari Informasi – Ikuti informasi terkini (berita resmi dari pemerintah) melalui melalui berbagai macam media.
Individu yang sakit / suspek flu
1. Periksakan Segera – Periksakan segera diri ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan lain jika dirasa timbul gejala flu yang tidak biasa. Peberian obat antiviral akan efektif jika diberikan dalam waktu 24-48 jam pertama setelah terinfeksi.
2. Tetap di rumah – Berdiamlah di rumah selama 7 hari sampai dirasa telah sehat kembali, lebih baik jika mempunyai kamar pribadi. Hindari kontak dengan orang lain sebisa mungkin dan menjauh dari kantor atau sekolah selama sakit. Gunakan masker ketika berdekatan dengan orang lain.
3. Istirahat – Beristirahat akan membuat nyaman dan tubuh Anda akan menggunakan energinya untuk melawan infeksi.
4. Banyak Minum Air – Banyaklah meminum air untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang karena demam. Jika air seni kita berwarna gelap, kita perlu meminum lebih banyak air. Pantau temperatur tubuh dan catat pada pagi,siang dan sore serta malam.
5. Jangan merokok, karena hal tersebut sangat mengiritasi saluran udara yang bisa dirusak oleh virus.
6. Cari pertolongan- jika Anda tinggal sendiri, seorang single parent, atau bertanggung jawab untuk merawat seseorang yang cacat atau lumpuh, Anda sebaiknya menghubungi seseorang utnuk membantu Anda sampai Anda merasa lebih baik.
KELUARGA
Keluarga Di Rumah
1. Lapor – Laporkan ke petugas kesehatan jika timbul gejala pada anggota keluarga setelah kontak dengan anggota keluarga yang sudah terinfeksi sebelumnya.
2. Stok logistik – Siapkan suplai air bersih dan makanan untuk dua minggu atau lebih. Siapkan radio dan batu baterai cadangan untuk mendengarkan berita. Siapkan peralatan masak dan suplai bahan bakar untuk memasak
3. Waspada – Hati-hati dengan lendir/cairan hidung dan mulut jika ada anggota keluarga yang sakit seperti flu, khususnya anak kecil, agar tidak menyebarkan virus.
4. Ajari anak – Ajari anak-anak pentingnya membersihkan tangan setelah batuk, bersin dan menyentuh bahan-bahan kotor. Karena anak-anak, cenderung menyentuh muka, mata dan mulut dengan tangan kotor.
Keluarga Penderita di Fasilitas Kesehatan
1. Patuhi peraturan – Ikuti aturan yang berlaku di area fasilitas kesehatan. Dilarang mondar-mandir di area fasilitas kesehatan. Dianjurkan untuk berada di ruang tunggu khusus, kecuali jika diperlukan oleh petugas kesehatan
2. Periksakan diri – Periksakan diri jika muncul gejala ILI.
3. Gunakan Masker – Keluarga penderita diharuskan mengenakan masker setiap saat, dan tetap tinggal di area karantina. Buang masker bekas pakai dan sampah pada tempat yang telah disiapkan.
Pengelolaan tempat Ibadah
1) Sosialisasi – Memberikan informasi mengenai pandemi dan apa yang harus dilakukan untuk menghadapinya kepada seluruh jamaah melalui mading, buletin, dll. Menyarankan kepada jamaah yang terlihat kurang sehat untuk dapat beribadah di rumah saja.
2) Jaga Kebersihan – Menyediakan antiseptic dan obat kumur di kamar kecil. Membersihkan lantai setiap selesai shalat berjamaah.
3) Menata ruang – Membuka semua jendela dan pintu agar udara dapat bersikulasi dengan sangat baik. Menghindari menggunakan karpet untuk mengurangi penularan. Menjauhkan jarak antar shaf meskipun tetap rapat dalam satu shaf
Perkantoran dan Pengelola Pelayanan Esencial
1. Penguatan internal – Analisa potensi yang ada termasuk lingkungan di sekitar perusahaan, rencanakan kondisi tersulit dari dampak pandemi berupa penutupan perusahaan atau instalasi vital di salah satu daerah. Identifikasi kegiatan utama dan orang-orang yang memegang peranan utama/penting dalam lembaga usaha dari hulu ke hilir. Aktivasi panitia untuk menjalankan rencana kedaruratan. Siapkan kebijakan-kebijakan yang menyangkut hal-hal yang sulit bagi perusahaan seperti pembuatan model kerja yang dapat dilakukan tanpa harus datang ke kantor, mengatur alur distribusi dalam keadaan darurat termasuk aspek keamanan, dll. Lakukan kaji ulang kebijakan berdasarkan perkembangan penyakit.
2. Sosialisasi – Diskusikan di tingkat manajer tetang pandemi. Sampaikan informasi tentang bahaya pandemi influenza, ancaman bagi perusahaan, serta rencana perusahaan menghadapi pandemi influenza ke seluruh karyawan.
3. Koordinasi eksternal – Lakukan koordinasi intensif kepada pemasok termasuk langkah-langkah antisipasi menghadapi kondisi terburuk yang dialami pemasok. Usahakan pelayanan antar di level pengguna (masyarakat).

SUMBER :
http://www.who.int/topics/influenza/en/
http://www.phac-aspc.gc.ca/influenza/index-eng.php

AVRIANA MUKTI S
E2A009149
FKM UNDIP

Selasa, 22 Maret 2011

DEMAM TYPHOID (Food And Water Borne Disease)

DEMAM TYPHOID

DEFINISI
Demam typhoid atau dalam bahasa kesehariannya dikenal dengan namapenyakit tifus/tifes adalah suatu penyakit demam akut yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi. Selain oleh Salmonella typhi, demam typhoid juga bisa disebabkan oleh Salmonella paratyphi namun gejalanya jauh lebih ringan. Kuman ini umumnya terdapat dalam air atau makanan yang ditularkan oleh orang yang terinfeksi kuman tersebut sebelumnya.
Demam typhoid saat ini masih sangat sering kita jumpai dalam kehidupan sehari hari. Lebih dari 13 juta orang terinfeksi kuman ini di seluruh dunia dan 500.000 diantaranya meninggal dunia.
Demam tifoid pada masyarakat dengan standar hidup dan kebersihan rendah, cenderung
meningkat dan terjadi secara endemis. Biasanya angka kejadian tinggi pada daerah tropik
dibandingkan daerah berhawa dingin. Sumber penularan penyakit demam tifoid adalah
penderita yang aktif, penderita dalam fase konvalesen, dan kronik karier.. Demam Tifoid
juga dikenali dengan nama lain yaitu Typhus Abdominalis,Typhoid fever atau Enteric
fever. Demam tifoid adalah penyakit sistemik yang akut yang mempunyai karakteritik
demam, sakit kepala dan ketidakenakan abdomen berlangsung lebih kurang 3 minggu
yang juga disertai gejala-gejala perut pembesaran limpa dan erupsi kulit. Demam tifoid
(termasuk para-tifoid) disebabkan oleh kuman Salmonella typhi, S paratyphi A, S
paratyphi B dan S paratyphi C. Jika penyebabnya adalah S paratyphi, gejalanya lebih
ringan dibanding dengan yang disebabkan oleh S typhi.



ETIOLOGI
Demam typhoid timbul akibat dari infeksi oleh bakteri golongan Salmonella yang
memasuki tubuh penderita melalui saluran pencernaan. Sumber utama yang terinfeksi
adalah manusia yang selalu mengeluarkan mikroorganisme penyebab penyakit,baik
ketika ia sedang sakit atau sedang dalam masa penyembuhan.Pada masa penyembuhan,
penderita pada masih mengandung Salmonella spp didalam kandung empedu atau di
dalam ginjal. Sebanyak 5% penderita demam tifoid kelak akan menjadi karier sementara,
sedang 2 % yang lain akan menjadi karier yang menahun.Sebagian besar dari karier
tersebut merupakan karier intestinal (intestinal type) sedang yang lain termasuk urinary
type. Kekambuhan yang yang ringan pada karier demam tifoid,terutama pada karier jenis
intestinal,sukar diketahui karena gejala dan keluhannya tidak jelas.



PENYEBARAN
Kuman typhoid masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau air yang kita konsumsi. Seorang penderita typhoid dapat mencemari air di sekitarnya melalui kotoran yang penuh dengan kuman typhoid. Air yang tercemar ini bila digunakan untuk mengolah makanan maka makanan pun akan ikut tercemar terutama makanan yang tidak dimasak dengan baik.
Tidak semua penderita typhoid mengalami gejala yang kasat mata, banyak diantaranya yang walaupun terinfeksi tetapi tidak merasakan apa apa. Nah, mereka inilah yang berbahaya sebab mereka dapat menulari orang lain sementara karena tidak merasakan sakit, mereka enggan untuk ke dokter berobat. Orang orang seperti ini dikenal dengan nama carier.
Kuman typhoid berkembang biak dan bertambah banyak di dalam kandung empedu dan hati yang selanjutnya masuk ke dalam usus. Hebatnya, kuman ini mampu bertahan berminggu minggu di dalam air atau kubangan yang telah kering.
Setelah memakan makanan yang terkontaminasi, kuman typhoid selanjutnya masuk ke dalam usus halus lalu ke pembuluh darah. Di dalam pembuluh darah, kuman typhoid dibawa oleh sel darah putih menuju hati, limpa dan sumsum tulang. Kuman selanjutnya bertambah banyak pada organ organ ini lalu kembali ke pembuluh darah. Saat inilah penderita typhoid akan merasakan gejala demam. Berikutnya kuman akan memasuki kandung empedu lalu jaringan getah bening usus. Disini kuman akan berkembang biak semakin banyak. Lalu kuman juga akan menembus dinding usus dan bercampur dengan kotoran. Nah, selain dari pemeriksaan darah, demam typhoid juga dapat dipastikan dengan pemeriksaan kotoran.

Demam tifoid adalah penyakit yang penyebarannya melalui saluran cerna (mulut,
esofagus, lambung, usus 12 jari, usus halus, usus besar, dstnya). S typhi masuk ke tubuh
manusia bersama bahan makanan atau minuman yang tercemar. Cara penyebarannya
melalui muntahan, urin, dan kotoran dari penderita yang kemudian secara pasif terbawa
oleh lalat (kaki-kaki lalat). Lalat itu mengontaminasi makanan, minuman, sayuran,
maupun buah-buahan segar. Saat kuman masuk ke saluran pencernaan manusia, sebagian
kuman mati oleh asam lambung dan sebagian kuman masuk ke usus halus. Dari usus
halus itulah kuman beraksi sehingga bisa ” menjebol” usus halus. Setelah berhasil
melampaui usus halus, kuman masuk ke kelenjar getah bening, ke pembuluh darah, dan
ke seluruh tubuh (terutama pada organ hati, empedu, dan lain-lain).Jika demikian
keadaannya, kotoran dan air seni penderita bisa mengandung kuman S typhi yang siap
menginfeksi manusia lain melalui makanan atau pun minuman yang dicemari. Pada
penderita yang tergolong carrier (pengidap kuman ini namun tidak menampakkan gejala
sakit), kuman Salmonella bisa ada terus menerus di kotoran dan air seni sampai bertahun-
tahun. S. thypi hanya berumah di dalam tubuh manusia. Oleh kerana itu, demam tifoid

sering ditemui di tempat-tempat di mana penduduknya kurang mengamalkan membasuh tangan manakala airnya mungkin tercemar dengan sisa kumbahan. Sekali bakteria S. thypi dimakan atau diminum, ia akan membahagi dan merebak ke
dalam saluran darah dan badan akan bertindak balas dengan menunjukkan beberapa
gejala seperti demam. Pembuangan najis di merata-rata tempat dan hinggapan lalat (lipas
dan tikus) yang akan menyebabkan demam tifoid.



EPIDEMIOLOGI
Karena penyebab demam typhoid secara klinis hampir selalu Salmonella yang beradaptasi pada manusia, sebagian besar kasus dapat ditelusuri pada karier manusia. Penyebab yang terdekat mungkin air (jalur yang paling sering) atau makanan yang terkontaminasi oleh karier manusia. Karier menahun umumnya berusia lebih dari 50 tahun, lebih sering pada permepuan, dan sering menderita batu empedu. S. typhi berdiam dalam empedu, bahkan di bagian dalam batu, dan secara intermitten mencapai lumen usus dan diekskresikan ke feses, sehingga mengkontaminasi air atau makanan.
Typhoid yang ditularkan di Amerika Serikat terutama berkaitan dengan karier yang baru terdiagnosis atau yang diketahui (30%) atau akibat dari penjangkitan makanan (28%). Angka tertinggi terdapat di Negara bagian yang berbatasan dengan Meksiko. Di luar para pelancong, kelompok yang paling mungkin berisiko adalah pekerja laboratorium bakteriologi, dan penularan dalam rumah tangga oleh karier yang diketahui.
Kasus klasik tentang karier kronik adalah Typhoid Mary di New York City. Nama kasus ini diambil dari seorang juru masak terkenal, Mary Mallon, yang ditemukan sebagai karier demam typhoid. Karena menolak untuk dilakukan operasi kandung empedu, dia dipenjara selama 3 tahun. Setelah keluar dari penjara, Mary Mallon berjanji untuk tidak menjadi juru masak lagi, namun dilanggarnya, dan menyebarkan demam typhoid lagi pada lebih banyak orang, sehingga akhirnya dia dipenjara seumur hidup.
Epidemiologi dari wabah demam typhoid di pemukiman pekerja imigran Florida tahun 1973 merupakan contoh penyebaran Salmonella melalui air yang terkontaminasi. Wabah ini melibatkan 225 orang, dan merupakan wabah demam typhoid terbesar di Amerika Serikat sejak tahun 1939.
Pemberantasan karier dengan klorinasi air dan pembuangan limbah yang layak dapat mengurangi jumlah kasus di Amerika Serikat. Dengan cara ini, dari lebih 5000 kasus di tahun 1942 menjadi 460 kasus di tahun 1948. sekitar 70% dari kasus diperoleh selama mengadakan perjalanan ke daerah- daerah endemik. Di negara- negara yang sedang berkembang, tanpa cara- cara pemberantasan yang adekuat, demam typhoid masih merupakan masalah kesehatan utama yang melibatkan ribuan manusia. Di daerah- daerah endemik air merupakan kendaraan utama terjadinya penularan.
Pada daerah endemik S. Typhi, angka typhoid klinis kira – kira 25 kali lipat lebih besar pada pasien HIV positif daripada pasien HIV negative pada kelompok usia 15 sampai 35 tahun dan sebanyak 60 kali lipat lebih besar daripada penduduk pada umumnya. Pasien HIV positif yang asimtomatik dapat memberikan gejala klinis yang khas dan dapat diobati; pasien AIDS dapat memberikan gejala diare fulminan dan atau kolitis jauh lebih mungkin untuk kambuh. Kenyataan ini mempunyai makna praktis yang kecil bagi pasien AIDS di negara- negara dengan angka typhoid rendah, namun dapat menjadi masalah bagi mereka yang melancong ke negara yang sangat endemik.
Gejala dan Tanda
Masa inkubasi bervariasi dan tergantung pada ukuran inokulum dan keadaan pertahanan pejamu. Variasi masa inkubasi antara 2 sampai 60 hari setelah dilaporkan. Penyakit ini secara khas memberikan gejala peningkatan suhu seperti naik tangga setiap hari sampai dengan 40 atau 41˚C, yang dikaitkan dengan nyeri kepala, malaise, dan menggigil. Ciri utama demam typhoid adalah demam menetap yang persisten (4 sampai 8 minggu pada pasien yang tidak diobati). Penyakit ringan dan singkat dapat terjadi, tetapi pada sebagian pasien, infeksi akut dan berat dapat disertai koagulasi intravaskuler diseminata dan penjangkitan pada system saraf pusat yang dengan cepat menyebabkan kematian. Pada pasien lain, kolesistis nekrotikans atau perdarahan usus dapat terjadi pada minggu ketiga dan keempat kesakitan, saat pasien seharusnya menyembuh. Pada sebagian besar kasus, awitan komplikasi ini dramatik dan nyata secara klinis. Perforasi usus tampak lebih langka pada anak di bawah usia 5 tahun.
Gejala usus dini termasuk konstipasi, terutama pada orang dewasa, atau diare ringan pada anak, dikaitkan dengan nyeri tekan perut. Hepatosplenomegali ringan dapat dideteksi pada sebagian besar pasien. Bradikardia relatif dibandingkan dengan tingginya suhu tubuh dapat menjadi petunjuk klinis pada typhoid, tatapi hanya ditemukan pada sebagian kecil pasien. Epistaksis dapat terjadi pada stadium dini kesakitan. “Bintik Merah Muda” (rose spot), muncul sebagai makula kecil, merah muda, yang dapat menghilang jika ditekan, dan agak meninggi, kadang tampak pada dada dan perut selama minggu pertama. Bintik merah muda juga dapat berubah menjadi perdarahan kecil yang tidak mudah menghilang yang sulit dilihat pada pasien berkulit gelap. Ciri khas utama typhoid yang tidak dirawat adalah demam tinggi yang menetap, anoreksia berat, penurunan berat badan, dan perubahan pada sensorik, tetapi dapat terjadi berbagai penyulit lain, termasuki hepatitis, meningitis, nefritis, miokarditis, bronchitis, pneumonia, arthritis, osteomielitis, parotis, dan orkhitis.
S. typhi yang resisten terhadap banyak obat (multi-drug resistant) lebih cenderung terjadi prevalen pada banyak negara endemik. Pasien ini memberikan gejala kesakitan yang lebih berat, mereka tampak toksik dan mereka mengalami insidensi koagulasi intravaskular diseminata yang lebih tinggi, hepatomegali, dan peningkatan angka kematian tiga kali lipat yang dianggap berkaitan dengan lama kesakitan yang lebih panjang dan terapi antibiotik oral sebelumnya yang tidak efektif.



PATOLOGI
HCL (asam lambung) dalam lambung berperan sebagai penghambat masuknya
Salmonella spp dan lain-lain bakteri usus. Jika Salmonella spp masuk bersama-sama
cairan, maka terjadi pengenceran HCL yang mengurangi daya hambat terhadap
mikroorganisme penyebab penyakit yang masuk. Daya hambat HCL ini akan menurun
pada waktu terjadi pengosongan lamung, sehingga Salmonella spp dapat masuk ke dalam
usus penderita dengan lebih senang. Salmonella spp seterusnya memasuki folikel-folikel
limfe yang terdapat di dalam lapisan mukosa atau submukosa usus, bereplikasi dengan
cepat untuk menghasilkan lebih banyak Salmonella spp. Setelah itu, Salmonella spp
memasuki saluran limfe dan akhirnya mencapai aliran darah. Dengan demikian terjadilah
bakteremia pada penderita. Dengan melewati kapiler-kapiler yang terdapat dalam dinding
kandung empedu atau secara tidak langsung melalui kapiler-kapiler hati dan kanalikuli
empedu, maka bakteria dapat mencapai empedu yang larut disana. Melalui empedu yang
infektif terjadilah invasi kedalam usus untuk kedua kalinya yang lebih berat daripada
invasi tahap pertama. Invasi tahap kedua ini menimbulkan lesi yang luas pada jaringan
limfe usus kecil sehingga gejala-gejala klinik menjadi jelas. Demam tifoid merupakan
salah satu bekteremia yang disertai oleh infeksi menyeluruh dan toksemia yang dalam.
Berbagai macam organ mengalami kelainan, contohnya sistem hematopoietik yang
membentuk darah, terutama jaringan limfoid usus kecil, kelenjar limfe abdomen, limpa
dan sumsum tulang. Kelainan utama terjadi pada usus kecil, hanya kadang-kadang pada
kolon bagian atas, maka Salmonella paratyphi B dapat menimbulkan lesi pada seluruh
bagian kolon dan lambung.
Pada awal minggu kedua dari penyakit demam tifoid terjadi nekrosis superfisial yang
disebabkan oleh toksin bakteri atau yang lebih utama disebabkan oleh pembuntuan
pembuluh-pembuluh darah kecil oleh hiperplasia sel limfoid (disebut sel tifoid). Mukosa
yang nekrotik kemudian membentuk kerak, yang dalam minggu ketiga akan lepas
sehingga terbentuk ulkus yang berbentuk bulat atau lonjong tak teratur dengan sumbu
panjang ulkus sejajar dengan sumbu usus. Pada umumnya ulkus tidak dalam meskipun
tidak jarang jika submukosa terkena, dasar ulkus dapat mencapai dinding otot dari usus
bahkan dapat mencapai membran serosa.
Pada waktu kerak lepas dari mukosa yang nekrotik dan terbentuk ulkus, maka perdarahan
yang hebat dapat terjadi atau juga perforasi dari usus. Kedua komplikasi tersebut yaitu
perdarahan hebat dan perforasi merupakan penyebab yang paling sering menimbulkan
kematian pada penderita demam tifoid. Meskipun demikian, beratnya penyakit demam
tifoid tidak selalu sesuai dengan beratnya ulserasi. Toksemia yang hebat akan
menimbulkan demam tifoid yang berat sedangkan terjadinya perdarahan usus dan
perforasi menunjukkan bahwa telah terjadi ulserasi yang berat. Sedangkan perdarahan usus dan perforasi menunjukkan bahwa telah terjadi ulserasi yang berat. Pada serangan demam tifoid yang ringan dapat terjadi baik perdarahan maupun perforasi. Pada stadium akhir dari demam tifoid, ginjal kadang-kadang masih tetap mengandung kuman Salmonella spp sehingga terjadi bakteriuria. Maka penderita merupakan urinary karier penyakit tersebut. Akibatnya terjadi miokarditis toksik, otot jantung membesar dan melunak. Anak-anak
dapat mengalami perikarditis tetapi jarang terjadi endokaritis. Tromboflebitis, periostitis
dan nekrosis tulang dan juga bronkhitis serta meningitis kadang-kadang dapat terjadi
pada demam tifoid.



GAMBARAN KLINIK DAN GEJALA
Masa inkubasi penyakit ini antara satu sampai dua minggu dan lamanya penyakit dapat mencapai enam minggu. Beberapa gejala yang dialami pasien antara lain :
Sakit kepala yang luar biasa.
Penurunan nafsu makan.
Nyeri nyeri pada seluruh tubuh.
Demam.
Lemah.
Diare.
Penderita demam typhoid dapat mengalami demam sampai dengan 40 derajat Celsius.
Beberapa pasien dapat mengalami sesak nafas, nyeri pada perut dan ketidaknyamanan lainnya. Jika tidak ada komplikasi maka penyembuhan akan terjadi pada minggu ke 3 dan 4. Sekitar 10% pasien yang sudah dinyatakan sembuh akan mengalami kekambuhan setelah dua sampai tiga minggu kemudian. Penyebab dari kekambuhan ini belum dapat dipastikan namun hal ini terjadi umumnya pada pasien yang mendapat pengobatan antibiotika
Masa inkubasi dapat berlangsung 7-21 hari, walaupun pada umumnya adalah 10-12 hari. Pada awal penyakit keluhan dan gejala penyakit tidaklah khas, berupa : • ~ anoreksia • ~ rasa malas • ~ sakit kepala bagian depan • ~ nyeri otot • ~ lidah kotor • ~ gangguan perut (perut meragam dan sakit) Gambaran klasik demam tifoid (Gejala Khas) Biasanya jika gejala khas itu yang tampak, diagnosis kerja pun bisa langsung ditegakkan. Yang termasuk gejala khas Demam tifoid adalah sebagai berikut. ~Minggu Pertama (awal terinfeksi) Setelah melewati masa inkubasi 10-14 hari, gejala penyakit itu pada awalnya sama
dengan penyakit infeksi akut yang lain, seperti demam tinggi yang berpanjangan yaitu
setinggi 39ºc hingga 40ºc, sakit kepala, pusing, pegal-pegal, anoreksia, mual, muntah,
batuk, dengan nadi antara 80-100 kali permenit, denyut lemah, pernapasan semakin cepat
dengan gambaran bronkitis kataral, perut kembung dan merasa tak enak,sedangkan diare
dan sembelit silih berganti. Pada akhir minggu pertama,diare lebih sering terjadi. Khas
lidah pada penderita adalah kotor di tengah, tepi dan ujung merah serta bergetar atau
tremor. Episteksis dapat dialami oleh penderita sedangkan tenggorokan terasa kering dan
beradang. Jika penderita ke dokter pada periode tersebut, akan menemukan demam
dengan gejala-gejala di atas yang bisa saja terjadi pada penyakit-penyakit lain juga. Ruam
kulit (rash) umumnya terjadi pada hari ketujuh dan terbatas pada abdomen disalah satu
sisi dan tidak merata, bercak-bercak ros (roseola) berlangsung 3-5 hari, kemudian hilang
dengan sempurna. Roseola terjadi terutama pada penderita golongan kulit putih yaitu
berupa makula merah tua ukuran 2-4 mm, berkelompok, timbul paling sering pada kulit



PENGOBATAN
Demam typhoid diobati dengan antibiotika yang dapat membunuh kumanSalmonella. Sebelum penggunaan antibiotika secara luas, angka kematian dari penyakit ini mencapai 20%. Kematian umumnya disebabkan oleh komplikasi typhoid antara lain radang paru paru, perdarahan usus, dan kebocoran usus. Dengan antibiotika yang tepat, angka kematian dapat ditekan menjadi sekitar 1 sampai 2%. Dengan pengobatan yang pas, lamanya penyakit pun dapat ditekan menjadi sekitar seminggu.
Bagi mereka yang suka jalan jalan ke daerah yang beresiko, vaksin untuk typhoid pun sudah tersedia, namun di Indonesia masih sangat jarang kita temui.
1. Perawatan umum
Pasien demam tifoid perlu dirawat dirumah sakit untuk isolasi, observasi dan pengobatan.
Paasien harus tirah baring absolut sampai minimal 7 hari bebas demam atau kurang lebih
selama 14 hari. Maksud tirah baring adalah untuk mencegah terjadinya komplikasi
perdarahan usus atau perforasi usus. Mobilisasi pesien harus dilakukan secara
bertahap,sesuai dengan pulihnya kekuatan pasien.
Pasien dengan kesadaran menurun, posisi tubuhnya harus diubah-ubah pada waktu-waktu
tertentu untuk menghindari komplikasi pneumonia hipostatik dan dekubitus.
Defekasi dan buang air kecil harus dperhatikan karena kadang-kadang terjadi obstipasi
dan retensi air kemih. Pengobatan simtomik diberikan untuk menekan gejala-gejala
simtomatik yang dijumpai seperti demam, diare, sembelit, mual, muntah, dan
meteorismus. Sembelit bila lebih dari 3 hari perlu dibantu dengan paraffin atau lavase
dengan glistering. Obat bentuk laksan ataupun enema tidak dianjurkan karena dapat
memberikan akibat perdarahan maupun perforasi intestinal.
Pengobatan suportif dimaksudkan untuk memperbaiki keadaan penderita, misalnya
pemberian cairan, elektrolit, bila terjadi gangguan keseimbangan cairan, vitamin, dan
mineral yang dibutuhkan oleh tubuh dan kortikosteroid untuk mempercepat penurunan
demam.
2. Diet Di masa lampau, pasien demam tifoid diberi bubur saring, kemudian bubur kasar dan
akhirnya diberi nasi. Beberapa peneliti menunjukkan bahwa pemberian makanan padat
dini,yaitu nasi dengan lauk pauk rendah selulosa (pantang sayuran dengan serat kasar)
dapat diberikan dengan aman pada pasien demam tifoid.
3. Obat
Obat-obat antimikroba yang sering digunakan adalah :
• Kloramfenikol : Kloramfenikol masih merupakan obat pilihan utama pada
pasien demam tifoid.Dosis untuk orang dewasa adalah 4 kali 500 mg perhari oral
atau intravena,sampai 7 hari bebas demam.Penyuntikan kloramfenikol siuksinat
intramuskuler tidak dianurkan karena hidrolisis ester ini tidak dapat diramalkan
dan tempat suntikan terasa nyeri.Dengan kloramfenikol,demam pada demam
tifoid dapat turun rata 5 hari.
• Ko-trimoksazol (Kombinasi Trimetoprim dan Sulfametoksazol) : Efektivitas ko- trimoksazol kurang lebih sama dengan kloramfenikol,Dosis untuk orang dewasa,2 kali 2 tablet sehari,digunakan sampai 7 hari bebas demam (1 tablet mengandung
80 mg trimetoprim dan 400 mg sulfametoksazol).dengan ko-trimoksazol demam rata-rata turun d setelah 5-6 hari.
• Ampislin dan Amoksisilin : Dalam hal kemampuan menurunkan
demam,efektivitas ampisilin dan amoksisilin lebih kecil dibandingkan dengan
kloramfenikol.Indikasi mutlak penggunannnya adalah pasien demam tifoid
dengan leukopenia.Dosis yang dianjurkan berkisar antara 75-150 mg/kgBB
sehari,digunakan sampai 7 hari bebas demam.Dengan Amoksisilin dan
Ampisilin,demam rata-rata turun 7-9 hari.
• Sefalosporin generasi ketiga : Beberapa uji klinis menunjukkan bahwa
sefalosporin generasi ketiga antara lain Sefoperazon,seftriakson, dan sefotaksim
efektif untuk demam tifoidtetapi dosis dan lama pemberian yang optimal belum
diketahui dengan pasti.
• Fluorokinolon : Fluorokinolon efektif untuk demam tifoidtetapi dosis dan lama pemberian belum diketahui dengan pasti



PENCEGAHAN DAN PENYEBARAN

Dua dasar tindakan yang dapat melindungi manusia dari demam tifoid:

1. Menghindari makanan dan minuman berisiko.

2. Mendapatkan divaksinasi terhadap demam tipus.

Untuk dapat mencegah penyakit ini harus tahu terlebih dahulu cara penularan dan faktor resikonya. Bakteri S typhi menular melalui jalur oro-fekal, artinya bakteri masuk melalui makanan atau minuman yang tercermar oleh feses yang mengandung S typhi. Di negara endemis seperti Indonesia, faktor resikonya antara lain makan makanan yang tidak disiapkan sendiri di rumah (karena tidak terjamin kebersihannya), minum air yang terkontaminasi, kontak dekat dengan penderita tifoid, sanitasi perumahan yang buruk, higiene perorangan yang tidak baik dan penggunaan antibiotik yang tidak tepat. (6)

Oleh karena itu, pencegahan yang paling sederhana adalah dengan mencuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air, menyiapkan makanan sendiri, tidak buang air besar sembarangan (di negara kita masih banyak keluarga yang tidak memiliki jamban sendiri), memasak makanan terlebih dahulu, bijak dalam menggunakan antibiotik. (6)

Selain hal-hal di atas, saat ini sudah tersedia vaksin untuk tifoid. Ada 2 macam vaksin, yaitu vaksin hidup yang diberikan secara oral (Ty21A) dan vaksin polisakarida Vi yang diberikan secara intramuskular/disuntikkan ke dalam otot. Menurut FDA Amerika, efektivitas kedua vaksin ini bervariasi antara 50-80 %. (6)

Vaksin hidup Ty21A diberikan kepada orang dewasa dan anak yang berusia 6 tahun atau lebih. Vaksin ini berupa kapsul, diberikan dalam 4 dosis, selang 2 hari. Kapsul diminum dengan air dingin (suhunya tidak lebih dari 37 oC), 1 jam sebelum makan. Kapsul harus disimpan dalam kulkas (bukan di freezer). Vaksin ini tidak boleh diberikan kepada orang dengan penurunan sistem kekebalan tubuh (HIV, keganasan). Vaksin juga jangan diberikan pada orang yang sedang mengalami gangguan pencernaan. Penggunaan antibiotik harus dihindari 24 jam sebelum dosis pertama dan 7 hari setelah dosis keempat. Sebaiknya tidak diberikan kepada wanita hamil. Vaksin ini harus diulang setiap 5 tahun. Efek samping yang mungkin timbul antara lain, mual, muntah, rasa tidak nyaman di perut, demam, sakit kepala dan urtikaria. (6)

Vaksin polisakarida Vi dapat diberikan pada orang dewasa dan anak yang berusia 2 tahun atau lebih. Cukup disuntikkan ke dalam otot 1 kali dengan dosis 0,5 mL. Vaksin ini dapat diberikan kepada orang yang mengalami penurunan sistem imun. Satu-satunya kontra indikasi vaksin ini adalah riwayat timbulnya reaksi lokal yang berat di tempat penyuntikkan atau reaksi sistemik terhadap dosis vaksin sebelumnya. Vaksin ini harus diulang setiap 2 tahun. Efek samping yang mungkin timbul lebih ringan dari pada jika diberikan vaksin hidup. Dapat timbul reaksi lokal di daerah penyuntikkan. Tidak ada data yang cukup untuk direkomendasikan kepada wanita hamil.



SUMBER :

- WHO. Typhoid fever. Available from http://www.who.int/topics/typhoid_fever/en/

- WHO. Water – related disease. Available from http://www.who.int/water_sanitation_health/diseases/typhoid/en/

- CDC. Typhoid fever. Available from http://www.cdc.gov/nczved/divisions/dfbmd/diseases/typhoid_fever/index.html


AVRIANA MUKTI S
REGULER 2
FKM UNDIP

Jumat, 15 Oktober 2010

EPIDEMIOLOGI DAN PERANANNYA

EPIDEMIOLOGI DAN PERANANNYA DI DALAM PEMECAHAN MASALAH KESEHATAN DI MASYARAKAT

A. Pengertian Epidemiologi
Epidemiologi adalah Ilmu yang mempelajari frekuensi dan penyebaran masalah Kesehatan pada sekelompok manusia serta faktor yang mempengaruhinya. Epidemiologi diartikan sebagai studi tentang epidemi. Hal ini berarti bahwa epidemiologi hanya mempelajari penyakit-penyakit menular saja tetapi dalam perkembangan selanjutnya epidemiologi juga mempelajari penyakit-penyakit non infeksi, sehingga dewasa ini epidemiologi dapat diartikan sebagai studi tentang penyebaran penyakit pada manusia di dalam konteks lingkungannya.Mencakup juga studi tentang pola-pola penyakit serta pencarian determinan-determinan penyakit tersebut. Dapat disimpulkan bahwa epidemiologi adalah ilmu yang mmepelajari tentang penyebaran penyakit serta determinan-determinan yang mempengaruhi penyakit tersebut. Untuk dapat memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan, mencegah dan mengobati penyakit serta memulihkan kesehatan masyarakat perlu disediakan dan diselenggarakan Pelayanan Kesehatan Masyarakat ( Public Health Service ) yang sebaik – baiknya. Oleh karena itu pelayanan kesehatan masyarakat yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan ( Health Needs ) dari masyarakat. Namun dalam praktek sehari – hari ternyata tidaklah mudah untuk menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan masyarakat yang maksimal. Masalah pokok yang dihadapi adalah sulitnya merumuskan kebutuhan kesehatan yang ada dalam masyarakat karena pola kehidupan masyarakat yang beraneka ragam sehingga mengakibatkan kebutuhan kesehatan yang ditemukan juga beraneka ragam. Untuk mengatasinya, telah diperoleh semacam kesepakatan bahwa perumusan kebutuhan kesehatan dapat dilakukan jika diketahui masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Misalnya ; apabila dalam suatu masyarakat banyak ditemukan masalah kesehatan berupa penyakit menular ( TBC ), maka pelayanan kesehatan yang disediakan akan lebih diarahkan kepada upaya untuk mengatasi masalah penyakit menular tersebut. Apabila hal ini kemudian dikaitkan dengan upaya untuk mengetahui Frekwensi, Penyebaran dan Faktor – factor yang mempengaruhi suatu masalah kesehatan dalam masyarakat, maka tercakup dalam suatu cabang Ilmu Khusus yang disebut dengan Epidemiologi. Dan Epidemiologi ini merupakan inti dari Ilmu Kesehatan Masyarakat.
Kata kunci dari epidemiologi adalah mengenai frekuensi,penyebaran,dan faktor determinan. Frekuensi yaitu menemukan masalah kesehatan di masyarakat dan mengukur atau menghitung jumlah masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat. Penyebaran yaitu menunjuk kepada pengelompokan masalah kesehatan menurut suatu keadaan tertentu. Keadaan tertentu yang dimaksudkan dalam epidemiologi adalah :
a. Menurut Ciri – ciri Manusia ( MAN )
b. Menurut Tempat ( PLACE )
c. Menurut Waktu ( TIME )
Sedangkan yang dimaksud dengan factor determinan adalah menunjuk kepada factor penyebab dari suatu penyakit / masalah kesehatan baik yang menjelaskan Frekwensi, penyebaran ataupun yang menerangkan penyebab munculnya masalah kesehatan itu sendiri. Dalam hal ini ada 3 langkah yang lazim dilakukan yaitu :
a. Merumuskan Hipotesa tentang penyebab yang dimaksud.
b. Melakukan pengujian terhadap rumusan Hipotesa yang telah disusun.
c. Menarik kesimpulan.


B. Masalah Kesehatan Masyarakat yang Sering terjadi

Dewasa ini di Indonesia terdapat beberapa masalah kesehatan penduduk yang masih perlu mendapat perhatian secara sungguh-sungguh dari semua pihak antara lain: anemia pada ibu hamil, kekurangan kalori dan protein pada bayi dan anak-anak, terutama di daerah endemic, kekurangan vitamin A pada anak, anemia pada kelompok mahasiswa, anak-anak usia sekolah, serta bagaimana mempertahankan dan meningkatkan cakupan imunisasi. Permasalahan tersebut harus ditangani secara sungguh-sungguh karena dampaknya akan mempengaruhi kualitas bahan baku sumber daya manusia Indonesia di masa yang akan datang.

C. Peranan Epidemiologi Dalam Pemecahan Masalah Kesehatan Masyarakat
Dari kata kunci epidemiologi yang sudah diterangkan pada poin A, dapat kita simpulkan bahwa dalam pemecehan masalah kesehatan masyarakat,kunci kata epidemiologi di atas tadi dapt kita aplikasikan. Sebagai contoh misalkan dalam penanganan kasus demam berdarah. Untuk menangani kasus demam berdarah,pertama kali kita harus menemukan dahulu masalah ini secara pasti,bahwa di desa X terdapat sekelompok orang menderita demam berdarah. Setelah itu,kita hitung berapa banyak masyarakat yang terkena penyakit demam berdarah ini. Kemudian kita selidiki bagaimana penyakit ini dapat menyebar dengan mencari siapa yang pertama kali menyebarkan,dimana tempat penyebarannya dan kapan waktu penyebarannya.Lamgkah selanjutnya adalah factor determinan yaitu merumuskan hipotesa atau dugaan kita tentang bagaimana penyebaran penyakit ini.kemudian setelah itu kita menguji hipotesa ini. Setelah didapatkan kebenaran pada hipotesa penyebaran penyakit demam berdarah pada desa X ini setelah itu kita dapat tarik kesimpulan bagaimana penyakit demam berdarah ini dapat menyebar. Setelah itu kita sebagai tenaga kesehatan kita harus melakukan berbagai cara agar penyakitini tidak menyebar lagi. Contohnya dengan sosialisasi program 3M dan mennghimbau agar masyarakat senantiasa menjaga kebersihan dan kesehatannya.
Apabila Epidemiologi dapat dipahami dan diterapkan dengan baik, akan diperoleh berbagai manfaat yang jika disederhanakan adalah sebagai berikut :
1. Membantu Pekerjaan Administrasi Kesehatan.
Yaitu membantu pekerjaan dalam Perencanaan ( Planning ) dari pelayanan kesehatan, Pemantauan ( Monitoring ) dan Penilaian ( Evaluation ) suatu upaya kesehatan.
Data yang diperoleh dari pekerjaan epidemiologi akan dapat dimanfaatkan untuk melihat apakah upaya yang dilakukan telah sesuai dengan rencana atau tidak (Pemantauan) dan ataukah tujuan yang ditetapkan telah tercapai atau tidak (Penilaian).
2. Dapat Menerangkan Penyebab Suatu Masalah Kesehatan.
Dengan diketahuinya penyebab suatu masalah kesehatan, maka dapat disusun langkah – langkah penaggulangan selanjutnya, baik yang bersifat pencegahan ataupun yang bersifat pengobatan.
3. Dapat Menerangkan Perkembangan Alamiah Suatu Penyakit.
Salah satu masalah kesehatan yang sangat penting adalah tentang penyakit. Dengan menggunakan metode Epidemiologi dapatlah diterangkan Riwayat Alamiah Perkembangan Suatu Penyakit ( Natural History of Disease ). Pengetahuan tentang perkembangan alamiah ini amat penting dalam menggambarkan perjalanan suatu penyakit. Dengan pengetahuan tersebut dapat dilakukan berbagai upaya untuk menghentikan perjalanan penyakit sedemikian rupa sehingga penyakit tidak sampai berkelanjutan. Manfaat / peranan Epidemiologi dalam menerangkan perkembangan alamiah suatu penyakit adalah melalui pemanfaatan keterangan tentang frekwensi dan penyebaran penyakit terutama penyebaran penyakit menurut waktu. Dengan diketahuinya waktu muncul dan berakhirnya suatu penyakit, maka dapatlah diperkirakan perkembangan penyakit tersebut.
4. Dapat Menerangkan Keadaan Suatu Masalah Kesehatan.
Karena Epidemiologi mempelajari tentang frekwensi dan penyebaran masalah kesehatan, maka akan diperoleh keterangan tentang keadaan masalah kesehatan tersebut. Keadaan yang dimaksud di sini merupakan perpaduan dari keterangan menurut cirri – cirri Manusia, tempat dan Waktu.
Perpaduan cirri ini pada akhirnya menghasilkan 4 ( empat ) Keadaan Masalah Kesehatan yaitu :
a. EPIDEMI
Adalah : Keadaan dimana suatu masalah kesehatan ( umumnya penyakit ) yang ditemukan pada suatu daerah tertentu dalam waktu yang singkat berada dalam frekwensi yang meningkat.
b. PANDEMI
Adalah : Suatu keadaan dimana suatu masalah kesehatan ( umumnya penyakit ) yang ditemukan pada suatu daerah tertentu dalam waktu yang singkat memperlihatkan peningkatan yang amat tinggi serta penyebarannya telah mencakup suatu wilayah yang amat luas.
c. ENDEMI
Adalah : suatu keadaan dimana suatu masalah kesehatan ( umumnya penyakit ) yang frekwensinya pada suatu wilayah tertentu menetap dalam waktu yang lama.
d. SPORADIK
Adalah : suatu keadaan dimana suatu masalah kesehatan ( umumnya penyakit ) yang ada di suatu wilayah tertentu frekwensinya berubah – ubah menurut perubahan waktu


AVRIANA MUKTI SEPTIVULANI
E2A009149
MAHASISWA FKM UNDIP

Minggu, 14 Februari 2010

when you love someone

I love you but it's not so easy to make you here with me
I wanna touch and hold you forever
But you're still in my dream
And I can't stand to wait ‘till nite is coming to my life
But I still have a time to break a silence
When you love someone
Just be brave to say that you want him to be with you
When you hold your love
Don't ever let it go
Or you will loose your chance
To make your dreams come true...

I used to hide and watch you from a distance and i knew you realized
I was looking for a time to get closer at least to say... “hello”
And I can't stand to wait your love is coming to my life
When you love someone
Just be brave to say that you want him to be with you
When you hold your love
Don't ever let it go
Or you will loose your chance
To make your dreams come true...

And I never thought that I'm so strong
I stuck on you and wait so long
But when love comes it can't be wrong
Don't ever give up just try and try to get what you want
Cause love will find the way....
When you love someone
Just be brave to say that you want him to be with you
When you hold your love
Don't ever let it go
Or you will loose your chance
To make your dreams come true...

you will when you believe

Kadang aku ngarasa bodoh bgt jadi orang yang masih bertahan sekalipun orang yang masih kita pertahanin blm tentu ngelakuin hal yang sama. Tapi, ini yg terjadi . ya, aku masih percaya suatu saat nanti Allah pasti akan mengganti air mata yang aku keluarin malem ini dan akan mengabulkan doaku. PASTI , PASTI Allah akan mengabulkan entah cepat ataupun masih ditunda.
Mungkin juga orang seumuranku blm pantes ngmg soal cinta sayang yang begini begitu. Tapi apa jadinya kalo tiap malem gini aku mst mlakukan hal yg sama yaitu ngeluarin air mata ? dibilang lebay ? okee gk papa mgkn emg ada orang yg blg aku lebay . karena orang itu gk tau apa yg aku rasain sekarang. merasa kehilangan walaupun orang yang aku anggep hilang itu masih jelas ada di depanku. Orang yang memilih buat mengakhri hubungan pacaran nya denganku karena takut berbuat dosa.
Aku akui pilihannya memang sangat baik . baik dimata orang tua dan tentunya baik di mata Allah. Awalnya emang aku susah buat nerima komitmen ini. Well,2 bulan ini akhirnya aku mulai belajar buat nerima komimen yg dia ambil.
Ngerasa kehilangan?tentu iya.. walaupun masih punya hubungan baik tetep aja ada satu yang kurangyaitu DIA BUKAN PACARKU LAGI .
Yang aku bisa lakuin sekarang Cuma berdoa sm Allah. Biar perasaan yg ada di diri aku skrg bisa terjaga hingga suatu saat nanti kita berdua bisa jadi sesuatu yg halal. Haha mungkin doaku teralalu berjangka panjang ya? Ya tapi ini yg aku pgn. Hanya berkomitmen pada satu orang saja . mungkin ada yg meragukan omonganku. Termasuk dia, objek di tulisan aku ini. Haha gpp lah aku yang bisa buktiin omonganku sendiri . asal aku masih di jalan kebenaran, aku yakin kok Allah pasti selalu bersamaku dan bantu aku.
Hal lain yang bisa aku lakuin adalah membiarkan dia senang dan bahagia bersama teman2nya. Aku pengen dia gk seperti aku yg Cuma bisa nangis tiap malem karena ngerasa kehilangan. Aku tau bgt kalo aku brg dia yg ada aku Cuma bisa ngrepotin dia dan jadi pikirannya. Hal ini yg ngebuat aku gk jadi ikut dia dan temen2 pergi ke bandung padahal orang tuaku ndukung bgt aku prg kesana . aku gk pgn jadi beban pikirannya dan pengen dia seneng .walaupun keadaanya berbalik dgn keadaanku yg selalu merasa sedih dan kehilangan walaupun semua sahabatku udah ngebuat aku seneng.
Oiya satu lagi, aku masih sangaat sangaaat bersyukur bangeet karena sampai sekarang aku masih punya hubungan yang baik sama dia . and I hope it will be everlasting..
Aku sayang kamu selalu, Dony Prasetyo 12April 1991

Selasa, 09 Februari 2010

sayang ?

okee, berat kalo saya harus bilang dan bercerita ke orang2 bahwa saya udh gk ada hubungan lagi dengan dia .
dan sampe hari ini , 9 februari 2010 , kesepian itu udah berlangsung krg lbh 52 hari . haha lama yaa?
pengen tau rasanya selama 52 hari itu ?
1 bulan pertama saya hampir selalu nangis tiap malem,
tiap kali ngmg ke dia kalo saya kangen, selalu ditanggepi dgn biasa saja . malah kadang dikata lebay.
hmmm...
dan sampe malam ini, malem ke 53 ... saya masih berharap suatu saat nnti kita bakal kembali kaya dulu.

kangen , aku bener2 kangen kamu boy..
kangen dulu kita srg ktwa bareng, hampir tiap hari keliling smg cari kuliner, smp kangen kita ribut gr mslh yg gk pntg skalipun.
jangan dipikir aku bisa gampang lupa semuanya dan bersikap seperti gk ada apa2.

semoga emang Allah selalu tau dan suatu saat nnti bisa ngabulin doaku

haaaaaash kan nangis lagi.

cukuuuup vii.. selooooow

hello !

hello !! udah lama ya gk nulis.

setelah kejadian buruk itu.

dan sekarang, ayo kita menulis lagi mulai dari hari ini hehe..

welcome 2010 :))